Home Terbaru AUK hendak Demo Kejati Sumsel Diduga Tidak Laksanakan Putusan PT

AUK hendak Demo Kejati Sumsel Diduga Tidak Laksanakan Putusan PT

Video Klikvideo Terbaru Live January 17, 2023 10:13 pm

Palembang,Berita Terkini. Co. Id Aliansi Untuk Keadilan (AUK) hendak gelar aksi unjuk rasa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dan juga serta Pengadilan Negeri Sumsel atas tindakan Kejati Sumsel yg tidak tunduk dengan hasil putusan Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, yg telah menyatakan dan juga serta menerima hasil putusan banding terhadap terdakwa Juperlius.

di dalam putusannya menyatakan terdakwa tidak dapat dipidana karena mengalami gangguan jiwa (ODGJ ) dan juga serta menetapkan terdakwa dirawat di Rumah Sakit (RS) Jiwa.

Menyikapi hal tersebut Sukma Hidayat selaku koordinator aksi dan juga serta di dampingi beberapa organisasi yg tergabung di dalam AUK menanggapi putusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yg menanggani perkara terdakwa Juperlius yg mengalami gangguan jiwa dan juga serta telah diputus dari Pengadilan Tinggi Palembang namun tetap mempertahankan hasil keputusan dan juga serta tidak tunduk dengan hasil keputusan lembaga Peradilan, di sampaikan pada jumpa press di Kopi Mang Edy PTC,Jum’at (13/1/2023).

“Melihat Berdasarkan hasil putusan berasal dari Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, bahwa menyatakan terdakwa Jupperlius bin Usman Gumanti tidak dapat dipidana karena mengalami gangguan jiwa dan juga serta hal ini tentu bertentangan dengan saat pihak Jaksa Penuntut Umum tetap mempertahankan dan juga serta hasil putusan ini mesti dilaksanakan apabila tidak dilaksanakan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) maka ini ialah sebuah pelecehan lembaga praperadilan,” bebernya

Baca Juga :  Film - Stride Mask Die | Fleshy Dread Movie

Selain itu, Sukma serta mengatakan untuk menegakkan keadilan dirinya dengan rekan-rekan yg tergabung di dalam Aliansi Untuk Keadilan (AUK) bersepakat hendak melakukan dan juga serta menggelar aksi unjuk rasa di Kejati Sumsel dan juga serta Pengadilan Negeri pada, Hari Rabu (18/1/2023) mendatang.

“Kami hendak menurunkan masa ke Kejati Sumsel dan juga serta Pengadilan Negeri sebanyak 500 sampai 1000 massa yg terdiri berasal dari beberapa elemen organisasi yg peduli, terhadap hukum.

di dalam tuntutan kami sebagaimana berikut, meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel mesti melaksanakan putusan pengadilan Nomor 823/Pid.Sus/2022/PN,”ujarnya, harapan kami, apa yg menjadi pertemuan rapat perangkat aksi hari ini dapat disupport dan juga serta dibantu dari seluruh lapisan masyarakat karena ini demi keadilan yg mesti ditegakkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diskon - Aritmatika Sosial - Diskon (Potongan Harga) | Materi - Soal dan Pembahasan | Matematika Kelas 7

Apabila pihak Kejati Sumsel tidak mau melaksanakan hasil putusan Pengadilan Tinggi Palembang, kami hendak melakukan usaha hukum yg lain untuk meminta Padwa berasal dari Mahkamah Agung (MA) dan juga serta kami hendak melaporkan Kasi Narkoba dan juga serta JPU yg menangani perkara ini ke Jamwas karena hasil putusan ini incrahk.

“Apabila tidak melaksanakan hasil putusan berasal dari Pengadilan Tinggi (PT) Palembang kami hendak melaporkan Jaksa yg menangani perkara ini ke Jamwas,” pungkas Sukma.

Diketahui bahwa di dalam amar putusan nomor:244/PID/2022) majelis hakim banding Pengadilan Tinggi (PT) Palembang yg diketuai Mahyuti SH MH, menyatakan membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Palembang dan juga serta menjatuhkan vonis terhadap terdakwa tidak dapat dipidana karena mengalami gangguan jiwa.

“Mengadili, menerima permintaan banding terdakwa Jupperlius bin Usman Gumanti. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Palembang tanggal 03 November 2022 Nomor 823/Pid.Sus/2022/PN. Plg yg dimintakan Banding Mengadili sendiri Menyatakan terdakwa Jupperlius bin Usman Gumanti tidak dapat dipidana karena mengalami Gangguan Jiwa. Menetapkan supaya terdakwa dirawat di Rumah Sakit Jiwa,” bunyi amar putusan.

Baca Juga :  Vidio Perkuat Posisinya Sebagai Platform OTT Pilihan Indonesia Lewat 15 Original Series Terbaru di 2023

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang menyatakan terdakwa I Asmawi, terdakwa II Jupperlius, terdakwa III Niko Wirianto, telah terbukti secara sah dan juga serta meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan juga serta melawan hukum melakukan permufakatan jahat menjadi perantara di dalam jual beli narkotika Golongan I Bukan Tanaman Beratnya Melebihi 5 (Lima) Gram sebagaimana di dalam dakwaan pertama.

“Mengadili dengan ini. Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa tersebut dengan pidana penjara masing-masing Terdakwa I.Asmawi dengan pidana penjara selama 12 Tahun, terdakwa II Jupperlius dengan pidana penjara selama 13 Tahun terdakwa III Niko Wrianto dengan pidana penjara selama 12 Tahun.”Tegas Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang saat membacakan putusan.

Selain pidana para terdakwa serta dihukum pidana denda masing-masing sebesar Rp 1,5 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara masing-masing selama 6 bulan kurungan. pungkasnya. (RZP)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :