Home Terbaru Ditanya Pelimpahan Kasus LPD Intaran, Bendesa Adat Memilih Bungkam

Ditanya Pelimpahan Kasus LPD Intaran, Bendesa Adat Memilih Bungkam

Video Klikvideo Terbaru Live January 25, 2023 4:34 am

Denpasar, beritaterkini.co.id – Penuntasan kasus dugaan korupsi dan juga serta penggelapan yg membelit LPD Desa Adat Intaran ternyata dihambat Desa Adat Intaran, karena sampai sekarang serta belum memberi pelimpahan kepada penyidik Polresta Denpasar. Hal itu, disampaikan langsung dari Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat. Ia mengaku sedang mengejar penuntasan kasus ini, setelah menunggu penanganan dan juga serta pelimpahan Desa Adat Intaran. “Kami telah melakukan penyelidikan. Namun karena terdapat aturan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat, pihak Desa Adat belum melimpahkan kepada kami,” kata Kompol Mikael Hutabarat kepada awak media di Denpasar, Hari Senin (23/1/2023).

Sayangnya saat dikonfirmasi terkait pelimpahan itu melalui WhatsApp, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, S.E., sampai Hari Selasa (24/1/2023) memilih tidak mau menjawab alias bungkam. Namun pertanyaan yg lain sebelumnya mengenai surat pemberitahuan nasabah LPD Intaran mau dijawab. Pihaknya mengakui kebenaran surat pemberitahuan tersebut. Ia beralasan telah memberi penjelasan kepada semua nasabah. “kami telah jelaskan semuanya kepada nasabah,” katanya. saat dikejar, apakah nasabah dan juga serta masyarakat di Desa Adat Intaran telah mengetahui langsung keputusan tersebut? Ia meminta supaya nasabah datang langsung ke Kantor LPD Intaran. “Suruh mereka tanya ke kantor,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Peringatan! PNS Dengan Kinerja Buruk Akan Dipecat

Sebelumnya diberitakan, lama tak terdenger ternyata kasus yg menyeret nama LPD Desa Adat Intaran seakan-hendak makin “menguap”. Setelah ditangani langsung dari jajaran Polresta Denpasar kelanjutkan kasus ini malah nyaris tak terdengar. Namun dibalik kasus ini, ternyata berdasarkan hasil rapat pada tanggal 11 Desember 2022 yg dilaksanakan di Ruang Rapat YPS (Yayasan Pembangun Sanur) Jl. Danau Buyan III no. 2 Sanur mengenai Rencana Pengelolaan LPD Desa Adat Intaran telah mengeluar sejumlah keputusan. Keputusan rapat tersebut dihadiri Kepala LPD Intaran, Ida Bagus Putu Astawa dengan Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, S.E.

Dari isi surat pemberitahuan yg beredar di masyarakat dan juga serta nasabah LPD Desa Adat Intaran dapat diketahui salah satu keputusannya, para penabung dan juga serta deposan selama 10 Tahun diberi bunga nol persen dan juga serta tidak boleh menarik uangnya selama 10 Tahun. Secara garis besarnya, berasal dari hasil keputusan rapat tersebut, yakni: 1. Penutupan 3 bulan (di-hold), 2. Penarikan kepada peminjam yg macet, 3. Penjualan Aset, 4. Didukung usaha Desa, (Pasar, Bupda, Parkir, Muntig Siokan), 5. Bagi Penabung dan juga serta Deposan bunga nol persen dan juga serta tidak menarik dana di dalam jangka waktu 10 Tahun dan juga serta dievaluasi setiap Tahun. Efektif berlaku mulai tanggal 1 Januari 2023 dan juga serta 6. Komitmen: supaya dana masyarakat tidak hilang.

Baca Juga :  Daftar - Shopee Affiliate Program, Shopee Afiliasi daftar #shopee #shopeeaffiliateprogram

Sayangnya, bagus Pimpinan LPD Intaran belum dapat dikonfirmasi terkait keputusan tersebut. Di sisi yg lain, Kepala Perwakilan bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho membenarkan LPD dibebaskan berasal dari aturan bank. Namun kesepakatan tersebut mesti diketahui dan juga serta disetujui dari masyarakat, terutama nasabah LPD Intaran. “LPD dikecualikan berasal dari aturan perbankan, semoga semua penyimpan telah di ajak diskusi dan juga serta disepakati,” kata Trisno saat dihubungi para awak media di Denpasar, pada Hari Senin (23/1/2023). Terkait persoalan tersebut, serta disebutkan menjadi kewenangan LP LPD dan juga serta BKS LPD Provinsi Bali sesuai awig-awig desa adat yg ada. “Di LPD terdapat LP LPD dan juga serta BKS ya. terdapat awig-awig di desa adat serta,” tegasnya.

Baca Juga :  Talenta Digital, Ini Kemampuan IT yang Paling Dicari

penting diketahui, setelah turunnya surat pemberitahuan nasabah LPD Desa Adat Intaran, penyidik Polresta Denpasar ternyata telah melakukan usaha maksimal di dalam kasus tersebut. saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat mengakui sedang mengejar penuntasan kasus ini, setelah menunggu penanganan dan juga serta pelimpahan Desa Adat Intaran. “Kami telah melakukan penyelidikan. Namun karena terdapat aturan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat, pihak Desa Adat belum melimpahkan kepada kami,” kata Kompol Mikael Hutabarat kepada awak media di Denpasar, Hari Senin (23/1/2023).

Untuk itu, pihaknya tengah menunggu hasil penanganan berasal dari pihak Desa Adat sesuai dengan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat. Ditegaskan kembali, pihaknya sungguh-sungguh memberikan atensi terhadap kasus tersebut. Namun tetap mesti mengikuti prosedur dan juga serta aturan yg berlaku. 021/002

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :