Home Terbaru Warga dan juga Nasabah LPD Intaran Tidak Tahu Diberi Bunga Nol Persen...

Warga dan juga Nasabah LPD Intaran Tidak Tahu Diberi Bunga Nol Persen dan juga Tidak Tarik Uang Selama 10 Tahun

Video Klikvideo Terbaru Live January 25, 2023 4:34 am

Denpasar, beritaterkini.co.id – Komentar tak sedap disampaikan dari para warga dan juga serta nasabah LPD Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, setelah membaca pemberita media terkait penuntasan kasus yg membelit Lembaga Perkreditan Desa itu. Bahkan, terdapat yg mengaku belum mengetahui terdapat surat pemberitaan berasal dari Bendesa Adat dan juga serta LPD intaran terkait bunga nol persen dan juga serta tidak boleh menarik simpanan dana di LPD selama 10 Tahun. Sayangnya mereka menolak berkomentar di media, karena tidak berani mendapat masalah atau pun dipermasalahkan di Desa Adat Intaran. Seperti halnya, salah satu nasabah yg biasa dipanggil Ketut ini, mewanti-wanti namanya tidak disebutkan di media, mengakui sebelumnya tidak tahu adanya surat pemberitahuan tersebut.

Surat pemberitahuan yg beredar di masyarakat dan juga serta nasabah LPD Desa Adat Intaran.

“Surat gen ade, tapi sing bagiange ke penduduk. menjadi orang-orang tertentu gen ane nawang. (surat saja ada, tapi tidak dibagikan ke penduduk. menjadi orang-orang tertentu saja yg tahu,” ungkap nasabah dan juga serta warga intaran tersebut, saat dihubungi pada Hari Selasa (24/1/2023). Ia memandang kasus ini sangat aneh, karena terkesan berbelit-belit dan juga serta tanpa terdapat kepastian hukum penuntasan kasus ini. “Dije kaden mampet to. Jeg ilang kasus to (Di mana mampet kasus itu. Hilang kasus itu, red),” sentilnya, seraya meminta aparat hukum segera menjerat dan juga serta menghukum siapa pun yg terlibat dan juga serta menikmati hasil dugaan kasus korupsi maupun penggelapan dana di LPD Desa Adat Intaran yg serta berimbas terhadap 2 koperasi dan juga serta Bumda di Desa Adat Intaran.

Baca Juga :  Ada  Indoor Stage & Outdoor Stage diWokeupfest 2023

“Jeg enggaling saup. Rage 1.000% mendukung. Diastun pis rage ilang di koperasi. Enggalan nyeb basange nok sing ade kelanjutanne to nok (cepatkan ditangkap. Saya 1.000 persen mendukung. Biar pun uang saya hilang di koperasi. Lebih kecewa tidak terdapat kelanjutan kasus itu, red),” ujarnya. Sebelumnya, penuntasan kasus dugaan korupsi dan juga serta penggelapan yg membelit LPD Desa Adat Intaran ternyata dihambat Desa Adat Intaran, karena sampai sekarang serta belum memberi pelimpahan kepada penyidik Polresta Denpasar. Hal itu, disampaikan langsung dari Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat. Ia mengaku sedang mengejar penuntasan kasus ini, setelah menunggu penanganan dan juga serta pelimpahan Desa Adat Intaran.

“Kami telah melakukan penyelidikan. Namun karena terdapat aturan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat, pihak Desa Adat belum melimpahkan kepada kami,” kata Kompol Mikael Hutabarat kepada awak media di Denpasar, Hari Senin (23/1/2023). Sayangnya saat dikonfirmasi terkait pelimpahan itu melalui WhatsApp, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, S.E., sampai Hari Selasa (24/1/2023) memilih tidak mau menjawab alias bungkam. Namun pertanyaan yg lain sebelumnya mengenai surat pemberitahuan nasabah LPD Intaran mau dijawab. Pihaknya mengakui kebenaran surat pemberitahuan tersebut. Ia beralasan telah memberi penjelasan kepada semua nasabah. “kami telah jelaskan semuanya kepada nasabah,” katanya.

saat dikejar, apakah nasabah dan juga serta masyarakat di Desa Adat Intaran telah mengetahui langsung keputusan tersebut? Ia meminta supaya nasabah datang langsung ke Kantor LPD Intaran. “Suruh mereka tanya ke kantor,” ujarnya singkat. Sebelumnya diberitakan, lama tak terdenger ternyata kasus yg menyeret nama LPD Desa Adat Intaran seakan-hendak makin “menguap”. Setelah ditangani langsung dari jajaran Polresta Denpasar kelanjutkan kasus ini malah nyaris tak terdengar. Namun dibalik kasus ini, ternyata berdasarkan hasil rapat pada tanggal 11 Desember 2022 yg dilaksanakan di Ruang Rapat YPS (Yayasan Pembangun Sanur) Jl. Danau Buyan III no. 2 Sanur mengenai Rencana Pengelolaan LPD Desa Adat Intaran telah mengeluar sejumlah keputusan.

Baca Juga :  Ulang Tahun Ke-5, Harian Pelita.id Gelar Diskusi, Pemberian Penghargaan kepada para Tokoh dan Santunan Anak Yatim

Keputusan rapat tersebut dihadiri Kepala LPD Intaran, Ida Bagus Putu Astawa dengan Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, S.E. berasal dari isi surat pemberitahuan yg beredar di masyarakat dan juga serta nasabah LPD Desa Adat Intaran dapat diketahui salah satu keputusannya, para penabung dan juga serta deposan selama 10 Tahun diberi bunga nol persen dan juga serta tidak boleh menarik uangnya selama 10 Tahun. Secara garis besarnya, berasal dari hasil keputusan rapat tersebut, yakni: 1. Penutupan 3 bulan (di-hold), 2. Penarikan kepada peminjam yg macet, 3. Penjualan Aset, 4. Didukung usaha Desa, (Pasar, Bupda, Parkir, Muntig Siokan), 5. Bagi Penabung dan juga serta Deposan bunga nol persen dan juga serta tidak menarik dana di dalam jangka waktu 10 Tahun dan juga serta dievaluasi setiap Tahun. Efektif berlaku mulai tanggal 1 Januari 2023 dan juga serta 6. Komitmen: supaya dana masyarakat tidak hilang.

Sayangnya, bagus Pimpinan LPD Intaran belum dapat dikonfirmasi terkait keputusan tersebut. Di sisi yg lain, Kepala Perwakilan bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho membenarkan LPD dibebaskan berasal dari aturan bank. Namun kesepakatan tersebut mesti diketahui dan juga serta disetujui dari masyarakat, terutama nasabah LPD Intaran. “LPD dikecualikan berasal dari aturan perbankan, semoga semua penyimpan telah di ajak diskusi dan juga serta disepakati,” kata Trisno saat dihubungi para awak media di Denpasar, pada Hari Senin (23/1/2023). Terkait persoalan tersebut, serta disebutkan menjadi kewenangan LP LPD dan juga serta BKS LPD Provinsi Bali sesuai awig-awig desa adat yg ada. “Di LPD terdapat LP LPD dan juga serta BKS ya. terdapat awig-awig di desa adat serta,” tegasnya.

Baca Juga :  Cara Daftar UMKM Melalui HP, Ikuti Langkahnya di Sini

penting diketahui, setelah turunnya surat pemberitahuan nasabah LPD Desa Adat Intaran, penyidik Polresta Denpasar ternyata telah melakukan usaha maksimal di dalam kasus tersebut. saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat mengakui sedang mengejar penuntasan kasus ini, setelah menunggu penanganan dan juga serta pelimpahan Desa Adat Intaran. “Kami telah melakukan penyelidikan. Namun karena terdapat aturan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat, pihak Desa Adat belum melimpahkan kepada kami,” kata Kompol Mikael Hutabarat kepada awak media di Denpasar, Hari Senin (23/1/2023). Untuk itu, pihaknya tengah menunggu hasil penanganan berasal dari pihak Desa Adat sesuai dengan Perda dan juga serta Pergub yg mengatur tentang Desa Adat. Ditegaskan kembali, pihaknya sungguh-sungguh memberikan atensi terhadap kasus tersebut. Namun tetap mesti mengikuti prosedur dan juga serta aturan yg berlaku. 022/002

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :